Pelaksanaan Terapi Wicara pada Anak yang Mengalami Speech Delay dalam Meningkatkan Kemampuan Ekspresi Berbahasa Anak di PSAA Balita Tunas Bangsa
DOI:
https://doi.org/10.61132/nakula.v4i3.2822Keywords:
Caregiver Support, Expressive Language, Institutional Care, Speech Delay, Speech TherapyAbstract
This study examines the implementation of speech therapy for children with speech delay at PSAA Balita Tunas Bangsa, an orphanage setting where children experience limited parental stimulation and various psychosocial challenges. The objective of this research is to analyze how speech therapy is carried out, identify supporting and inhibiting factors, and understand its impact on children's expressive language development. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving the head of the institution, speech therapist, caregivers, and a child with speech delay. The findings show that speech therapy conducted through methods such as word repetition, picture-based learning, and interactive play is effective in enhancing children’s vocabulary, communicative confidence, and social interaction. Key supporting factors include caregiver involvement and adequate facilities, while limited therapy frequency and children's initial resistance become inhibiting factors. The results indicate that the integration of therapy with daily caregiver support significantly contributes to the child's language progress. These findings highlight the importance of consistent stimulation, collaborative care, and structured therapeutic programs in improving expressive language skills in institutionalized children with speech delay.
Downloads
References
Anggraini, W. (2011). Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak: Studi kasus anak usia 5 tahun (Skripsi, Universitas Negeri Semarang).
Agustia, D. R. (2019). Gambaran perkembangan psikososial anak usia 3–4 tahun di tempat penitipan anak Kota Malang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. https://doi.org/10.31004/aulad.v3i3.75
Aini, Q., & Alifia, P. (2022). Gangguan keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia 6 tahun di RA An-Nuur Subang. Ash-Shobiy, 1(1). https://doi.org/10.33511/ash-shobiy.v1n1.8-17
Ardiyansyah, M. (2020). Perkembangan bahasa dan deteksi dini keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia dini. Guepedia.
Artamia, C. D. (2023). Studi kasus keterlambatan bicara (speech delay) anak usia dini di PAUD Anak Hebat Kartasura (Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta).
Avitaningsih. (2020). Pengaruh media celemek tema tanaman terhadap perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TK Mamamia Kota Palopo.
Bancin, Y. (2023). Analisis terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan bahasa pada anak speech delay usia 4–5 tahun di PAUD Harsya Ceria Banda Aceh (Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry).
Budiarti, E., & Daisiu, K. F. (2023). Penanganan anak keterlambatan berbicara (speech delay) usia 5–6 tahun menggunakan metode bercerita di Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(2). https://doi.org/10.59141/japendi.v4i02.1584
Dina Izaida Habsad, & Maharani, R. N. (2022). Characteristics of speech delay in children aged 2–5 years for the period January–December 2022 at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Jurnal Biologi Tropis.
Eko Kurniasih. (2021). Hubungan pola komunikasi orang tua dan kemampuan interaksi sosial anak terhadap kemampuan berbicara pada anak usia 3–4 tahun. Magelang.
Etnawati, S. (2021). Teori Vygotsky tentang perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Pendidikan Nusantara, 2(2). https://doi.org/10.52850/jpn.v22i2.3824
Hasiana, I. (2020). Studi kasus anak dengan gangguan bahasa reseptif dan ekspresif. Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL), 1(1), 59–67. https://doi.org/10.36456/special.vol1.no1.a2296
Hidayah, U. K., & Jazeri, M. (2021). Teori pemerolehan bahasa nativisme LAD. Bahtera Bahasa, 6(2). https://doi.org/10.32528/bb.v6i2.5539
Listiyo, J. (2019). Hubungan pemberian stimulus perkembangan terhadap tumbuh kembang psikososial anak (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto).
Muhadi. (2015). Hubungan pola asuh demokratis terhadap kemandirian anak di Taman Kanak-kanak El-Hija Tambak Sari Surabaya. Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 43–44.
Muslimat, A. F. (2020). Faktor dan dampak keterlambatan berbicara (speech delay) terhadap perilaku anak: Studi kasus anak usia 3–5 tahun kajian psikolinguistik. Al-Qiyam, 1(1). https://doi.org/10.33648/alqiyam.v1i1.122
Nelwati, S. (2022). Analisis teori kognitif Jean Piaget terhadap perkembangan bahasa pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 4.
Oktavia Siregar, A. (2019). Studi kasus keterlambatan bicara anak usia 6 tahun di taman kanak-kanak. Aulad: Journal on Early Childhood, 2(2). https://doi.org/10.31004/aulad.v2i2.31
Rahayu, M. S. (2024). Program pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan stunting melalui edukasi, kebun gizi, dan PMT inovatif di Desa Plumbon. 2.
Rahmah, F., Kotrunnada, S. A., Purwati, & Mulyadi, S. (2023). Penanganan speech delay pada anak usia dini melalui terapi wicara. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1). https://doi.org/10.32678/assibyan.v8i1.8279
Sofia Zahra. (2024). Eksplorasi perkembangan bahasa anak usia dini. Cendekia Education Journal, 5(2). https://doi.org/10.53515/cej.v5i2.165
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.
Tanjung, I. C. D. (2023). Strategi komunikasi efektif dan stimulasi perkembangan bicara anak pada pasien dengan gangguan perilaku dan speech delay. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://lms.kemkes.go.id/courses/e43dd296-8130-4962-a040-e1ea0009487f
Tsuraya, I. (2013). Kecemasan pada orang tua yang memiliki anak terlambat bicara (speech delay) di RSUD Dr. M. Ashari Pemalang (Skripsi).
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Widianto. (2018). Terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada anak cerebral palsy di Rumah Asuh & Rumah Belajar PNTC Karanganyar (Skripsi, Universitas Sahid Surakarta).
World Health Organization. (2020). World health statistics 2020: Monitoring health for the SDGs, sustainable development goals. World Health Organization.
Yamin, M., & Jamilah, S. S. (2010). Panduan pendidikan anak usia dini. GP Press.
Yanti, Y. F. (2018). Pengaruh terapi wicara dengan metode modeling terhadap perkembangan bahasa anak down syndrome di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri 1 Ganting Bukittinggi (Skripsi, STIKES Perintis Padang).
Yulistia, D., Elviana, & Ardizon, C. (2024). Metode pengasuh dalam pembentukan karakter. Asian Journal of Islamic Studies and Da'wah, 115–116.
Yunisari, D. Y. (2020). Mengembangkan nilai kemandirian anak melalui metode bercerita pada usia 5–6 tahun. Buah Hati Journal, 7(2). https://doi.org/10.46244/buahhati.v7i2.1147
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




