Pengenalan Potensi Pariwisata Budaya Kajang sebagai Upaya Penguatan Nilai Kearifan Lokal Bagi Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.61132/pandawa.v4i2.2791Keywords:
Community Service, Cultural Tourism, Kajang, Local Culture, StudentsAbstract
Local wisdom is an important part of a nation's cultural identity, but its existence is beginning to be marginalized in the midst of modernization. The Kajang Indigenous People in Bulukumba Regency, South Sulawesi, are one of the communities that still maintain their traditional values through a customary legal system called Pasang ri Kajang. This community service activity aims to introduce the potential of Kajang cultural tourism to students as an educational effort in instilling the values of local wisdom. The partners in this activity are the Kajang indigenous people and local traditional leaders, including Ammatoa as the traditional leader. The activity is carried out with a participatory and educational method based on direct experience, which involves students in observation, discussion, and reflection on local culture. The results of the activity showed an increase in student knowledge by 31% and a significant change in attitudes towards the preservation of local culture, where more than 80% of participants showed an appreciative attitude towards the values inherited by the Kajang community. This activity also received a positive response from the local community because of its approach that respects traditional values. In addition, this activity produces several outputs, such as cultural introduction modules, activity documentation, and draft service articles. This activity shows that student involvement in the introduction of local culture can be an effective strategy in building multicultural awareness and preserving the nation's cultural heritage.
Downloads
References
Firmansyah, M. A., & Hidayatullah, R. (2023). Edukasi budaya lokal sebagai penguatan identitas nasional di kalangan pelajar. Jurnal Civic Education, 6(2), 110–118.
Fitriani, B., Luma, M., Kamarudin, K., Irwan, I., & Akbar, A. (2023). Penguatan pemahaman budaya dan kearifan lokal melalui program literasi budaya. Jurnal Abdidas, 4(1), 27–32. https://doi.org/10.31004/abdidas.v4i1.757
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Hidayat, T., & Syam, A. (2022). Pelestarian budaya lokal melalui pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Nusantara, 8(2), 115–124.
Ichwan, M., Reskiani, U., Indah, A. L., Makmur, A. N. A. F., & Djafar, E. M. (2021). Pasang ri Kajang: Tradisi lisan masyarakat adat Ammatoa suku Kajang dalam pembentukan karakter konservasi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 7(4), 133–142. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.457
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Mahendra, Y., Wulandari, G., & Lilis, L. (2023). Perubahan sosial budaya suku Baduy luar: Sebuah analisis interaksi antara tradisi dan modernitas. Jurnal Anak Bangsa, 2(2), 215–225.
Mukrim, A., Maulana, U., Firdaus, M. N., & Tachril, M. I. (2020). Dilema transformasi kearifan lokal masyarakat adat Baduy. PT RajaGrafindo Persada.
Nasution, S. (2018). Sosiologi pendidikan. Bumi Aksara.
Nurhaniffa, A., & Haryana, W. (2022). Penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam mempertahankan budaya Kampung Adat Cireundeu di era modernisasi. Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 16(1), 17–24. https://doi.org/10.30957/cendekia.v16i1.730
Nurlaila, A., Nugraha, R. A., Sulaeman, Y., Mustakim, U. S., Jannah, R., Aerudin, M., & Rohmah, N. S. (2024). Penerapan permainan tradisional sebagai bentuk eksistensi budaya warga masyarakat Baduy luar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Serumpun Mengabdi, 1(2), 52–57.
Patimah, I., Rahmatullah, I., & Tahir, M. H. T. (2020). Pendidikan informal berbasis budaya lokal pada masyarakat adat Kajang. Jurnal Pendidikan IPS, 1(2), 55–60.
Rahmawati, N., & Lestari, S. (2024). Peran generasi muda dalam pelestarian kearifan lokal di era digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 45–54.
Rozaki, M. M., & Apriani, A.-N. (2021). Penguatan nilai luhur budaya melalui pendidikan berbasis budaya lokal di SD N 1 Trirenggo. Prosiding Penelitian Pendidikan dan Pengabdian 2021, 1(1), 372–382.
Sari, D. P., & Wibowo, A. (2021). Strategi pelestarian budaya lokal melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 5(2), 88–97.
Sibarani, R. (2014). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Ubaidillah, U., Wahyuni, S., Yumaherni, S., Dernisa, Y., & Septiana, R. (2025). Upaya menumbuhkan rasa kecintaan siswa terhadap adat dan budaya melalui proyek kearifan lokal menghias payung dalam implementasi Kurikulum Merdeka di MAN 2 Aceh Barat. Jurnal Global Ilmiah, 2(6).
Umam, C., Rihatno, T., & Budiaman, M. S. (2023). Makna aktivitas fisik ritual perladangan masyarakat adat Baduy. Selat Media.
UNESCO. (2023). Culture and local wisdom in sustainable tourism development. UNESCO Publishing.
Wahyuni, E., & Santosa, B. (2020). Model pengembangan wisata budaya berbasis masyarakat lokal. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(1), 33–42.
Yulianti, R., & Prasetyo, D. (2022). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran berbasis budaya di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(3), 201–210.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






